Kiat Berbisnis dengan Pengusaha Argentina dan Brasil

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) akan melakukan misi dagang ke Amerika Selatan, yakni ke Brazil & Argentina pada 19-21 November 2019.

Terlepas dari ada atau tidaknya misi dagang tersebut, mari kita ketahui bersama apa saja gambaran umum untuk melakukan hubungan bisnis dengan pelaku usaha kedua negara tersebut yang masuk kategori Negara Tujuan Ekspor (NTE) Non-tradisional, sejauh dalam bayangan tentu Anda cenderung lebih mengenal pesepakbola dari sana dibandingkan kiat-kiat berbisnis.Gambaran umum di sini mayoritas bersumber dari Kementerian Luar Negeri RI. Secara khusus peluang pasar yang disebut pada kedua negara berikut ini adalah untuk UMKM Indonesia berorientasi ekspor.

1) ARGENTINA

Negara yang berorientasi ekspor pada produk pertanian dan peternakan seperti kedelai, daging sapi, jagung, anggur, bunga matahari dan gandum.Argentina juga memiliki juga memiliki beragam potensi diberbagai sektor industri maju seperti bioteknologi, biodiesel otomotif, satelit, farmasi, tenaga nuklir, kompresor gas, dan industri pangan.

Beberapa provinsi di Argentina memiliki unggulan, seperti: Buenos Aires (pusat bisnis & pertanian), Cordoba (manufaktur, agribisnis, Informasi Teknologi, dan Pendidikan), Santa Fe dan Entre Rios (Agribisnis), Mendoza (anggur, migas, mineral), Neuquen (migas), Jujuy (tembakau dan mineral), dan San Juan (mineral).

Kebijakan Ekonomi

  • Terbuka terhadap investasi asing dengan peraturan yang mengikat.
  • Sebagai anggota MERCOSUR, Argentina memberlakukan tarif 11,5%.
  • Bea Cukai: www.afip.gob.ar/sitio/externos/default.asp

Kiat Bisnis

  • Pasar bebas, namun masih menerapkan proteksi dan monopoli.
  • Bisnis lebih suka menggunakan bahasa Spanyol dibandingkan bahasa Inggris, bagi ekspatriat atau pelaku usaha ada baiknya menggunakan seorang penerjemah baik dari sendiri maupun fasilitas dari KBRI setempat.
  • Visa untuk masuk ke Argentina perlu diantisipasi dalam prosesnya bisa memerlukan waktu lebih dari dua pekan.
  • Tidak diperlukan izin dari Pemerintah Argentina untuk menjadi investor Asing.
  • Seluruh dokumen yang diperlukan hendaknya dipersiapkan dalam versi bahasa Spanyol.
  • Perkenalan dapat dilakukan dengan berjabat tangan.
  • Aktivitas ekonomi mulai dari jam 08.00-21.00.
  • Tidak lazim memberikan bingkisan untuk membangun hubungan bisnis atau kerja sama.
  • Karakteristik orang Argentina adalah sangat family oriented, sehingga dalam interaksi hubungan personal lebih diapresiasikan.

Peluang pasar untuk pelaku UMKM Indonesia ke Argentina: Pakaian, perabotan rumah tangga, sepeda, peralatan elektronik, nanas segar atau olahan.

com-Ilustrasi kerja sama bisnis.
com-Ilustrasi kerja sama bisnis. Foto: Dok. Shutterstock

2) BRASIL

Negara yang sumber kekayaan utama bersumber dari sektor pertanian dalam skala besar dan cukup maju. Di samping itu sektor ekonomi utama Brasil juga mencakup pertambangan & jasa.Indonesia sendiri berada pada urutan ke-30 di dunia dan ketiga di ASEAN setelah Malaysia sebagai negara yang melakukan ekspor ke Brasil.

Kebijakan Ekonomi

  • Memiliki regulasi sanitary & phytosanitary terhadap produk impor yang masuk kategori kedua sertifikasi tersebut.
  • Terbuka terhadap investasi asing.
  • Tarif yang berlaku: www.desenvolvimento.gov.br/sitio/interna.php?area=5&menu=3361.

Kiat Bisnis

  • Pengusaha Brasil cenderung bersikap jelas dan tegas terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan pembayaran.
  • Pertemuan bisnis cenderung dilakukan di kantor suatu perusahaan dan jarang dilakukan seperti hotel atau kediaman pribadi.
  • Volume jumlah produk yang ditawarkan benar-benar harus diperhatikan dan disampaikan secara jelas spesifikasi.
  • Segala informasi yang berkaitan dengan muat barang di negara asal menjadi unsur penting.
  • Menjawab semua pertanyaan dengan tegas karena berpengaruh pada keputusan calon pembeli.
  • Terkadang pertemuan akan diawali dengan komentar pertandingan sepakbola yang berlangsung sebelumnya.
  • Pengusaha Brasil jarang memperlihatkan ketidaktertarikan akan suatu produk.
  • Calon pembeli biasanya meminta pro informa invoice untuk pengambilan keputusan.
  • Kecenderungan menggunakan pakaian formal.
  • Eksekutif perusahaan Brasil melakukan negosiasi bisnis sendiri atau didampingi perwakilan.

Yang harus dihindari:

  • Menyatakan tidak suka dengan bahasa Portugis.
  • Memperlihatkan kekhawatiran kriminalitas di Brasil.
  • Mengkritik prosedur cukai lokal dan juga makanan Brasil.
  • Mengubah secara sepihak metode pembayaran.
  • Tidak menjawab email.
  • Menjanjikan suplai produk melebihi kapasitas produksi.
  • Mengubah secara sepihak metode pembayaran.
  • Melakukan perubahan harga setelah menyerahkan pro informa invoice.
  • Menolak untuk melakukan pembagian kompensasi asuransi.

Peluang pasar untuk pelaku UMKM Indonesia ke Brasil:Terigu (belum diolah menjadi tepung), batu alam dari Sukabumi, ikan (dibekukan), bawang bombai segar, minyak bunga matahari, jus (minuman segar), minyak zaitun.

Poin penting yang menjadi perhatian

Dari kedua negara tersebut dengan Indonesia belum memiliki Free Trade Agreement (FTA) sehingga tarif yang dikenakan pada produk cukup tinggi. Karena baik Argentina dan Brasil keduanya terikat kerja sama blok politik Mercosur (Argentina, Brasil, Paraguay, Uruguay).

Sebagai alternatif pintu masuk ke Amerika Selatan dapat melalui Chile yang sudah memiliki FTA dengan Indonesia dengan memperhatikan produk yang masuk pada perjanjian tersebut.

Yudhistira H.N.P

WhatsApp

LinkedIn

Baca juga:

Bagaimana memulai ekspor untuk pemula dan Langkah-langkah persiapan memulai ekspor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

70 ÷ = 7